Kepadamu Ramang

/
0 Comments
Telah lama ia pergi
Dibawa kisahnya sendiri
Namun oleh sejarah, masih juga namanya disebut
Karena semua masa punya sejarah

Ada detik berlalu serempak
Saat seruan "gol" membahana
Hendak mencapai angkasa

Tiada cinta yang begitu meriah
selain bergaung di stadiun
kau bisa tersenyum, terbahak
Sebelum akhirnya pulang, sebelum malam terlalu larut
dan saksi sejarah takkan melewatkanmu
sebab sekali ewako digemuruhkan
namamu ada juga menyelip dicelahnya.

Siapa yang tak mengingatmu
sungguhlah tak sejati jadi pembelamu
sebab sekali waktu terkenang juga akan sejarah
liuk kaki kananmu memukul mundur cina
menahan imbang soviet
di lapangan hijau

Siapa yang dapat melupakanmu
betapa gegap gempita menyesaki darah
dada yang hendak pecah oleh luapan bangga
jadi saksi perjuangan anak negeri, putra tanah daeng

Siapa yang dapat melupakanmu,
Siapa?

Genderang merah itu masih bergaung hingga kini
meski yang sampai padamu hanya semilir angin
getarkan rumputan hijau di atas pembaringan takdir
yang telah bermusim membekap
sosokmu melebur pada hakikat

Ramang,
Jazad boleh merapuh di bawah hujan, menjadi peninggalan zaman
namun namamu masih menjadi bara
bukti perjuangan bangsa, lambang sepakbola sulawesi
warisan nyata keberanian ewako

Hijau karebosi,
tetap ada bayangmu disana
menurunkan semangat, menelurkan generasi

Bola-bola masih saja berpindah
dari masa ke masa
meneruskan aliran semangat dan cintamu
pada mereka yang terus berbangga

Pada mereka,
pada kami
pasukanmu
pasukan Ramang

Ewako, ewako, ewako.


You may also like

No comments:

Followers

Total Pageviews