SURAT INI KHUSUS UNTUKMU
/
12 Comments
Surat ini aku tulis, mungkin kelak akan kau baca,
dan semoga kau tahu surat ini memang aku tujukan
untukmu.
Kusebut
dirimu perempuan hujan, karena kau begitu mencintai hujan, dan begitu banyak
kisah yang bisa kututurkan pada semua, tentang dirimu dan tentang hujan
Dulu, aku
hanya menikmati hujan, menerobos hujan yang rintik selalu aku nantikan, tapi
dulu aku tak pernah merasa jatuh cinta pada hujan. Ya, aku hanya menikmatinya,
tidak mencintainya.
Kau
perkenalkan hujan padaku pada malam hari, saat hujan begitu deras jatuh dari
langit, kau mengajakku bertemu hujan, lalu bersalaman dengan hujan.
Suatu waktu
kita bersama menerobos hujan di jalan, orang lain berteduh memandang hujan,
tapi kita setuju untuk tak hanya memandangnya, kita tertawa, berteriak diantara
hujan.
***
Aku
masih mencintaimu, sama seperti dulu,masih sangat sama, namun sadar, kita sudah
sudah tak bisa bersama, atau mungkin hanya aku yang masih berharap kebersamaan
itu kembali.
Berkali-kali
aku menulis puisi, didalamnya kuselipkan namamu, kau mungkin menyadari
sebagian, atau tidak, aku tak benar-benar tahu.
Tapi,
aku tak mau mengganggumu, walau beberapa pesan dariku menyelip tak tertahan,
kukirim malam-malam, tapi aku tak pernah berharap balasan, walau kadang kau
membalasnya. semoga tidak kau ulangi lagi.
Oh iya, di dunia maya, sengaja menghapus
pertemanan denganmu, bukan
membencimu, tapi hadirmu masih tetap membuatku terdiam, semoga kau tak salah
mengira. Karena aku masih menyukai dirimu, semoga kau tahu itu.
Pesan
terakhirku, mari kita jadi orang asing, dan jangan muncul lagi di depanku,
karena aku tak tahu apa yang akan terjadi pada diriku. Semoga kau mengerti.
turut berduka ner. however let the morning bright cheers u up cos there still many thing to do ahead. quoting from Mr. Haeril Status: "When you are down to nothing, God is up to something" (Zen Philosophy). or from The Guru from Nowhere to Now-Here... hehehe
ReplyDeleteBulan ini sepertinya ttg surat yaa, sy jg baru menulis tetg surat, sebelum baca ini nah.keep writing^^
ReplyDeletebelumpa menulis surat saya.... :D hahahaha
ReplyDeleteSebuah surat blak2an
ReplyDeleteah, gadis mungil itu,. :D
ReplyDeleteah, tentang dia lagi . . . .
ReplyDeleteahhhhhhhhhhhhh,...
ReplyDeleteWah penyuka hujan juga? :)
ReplyDeletesalam kenal sesama pencinta hujan ^^ mungkin kita tinggal di planet yang sama, planet di mana hujan sering turun, dan suatu saat akan menghanyutkan kesedihan :)
aku suka hujan, dari dulu :) mari ikut berbagi :)
ReplyDeletewuihhhh... keren nih surat. Baru baca sayanya.
ReplyDeleteHujan selalu punya cerita sendiri yaaa...
Salam kenal, penggemar hujan. Mampir juga ya di rumah saya hhtp://ariniaris.blogspot.com :)
Salam kenal mbak :)
ReplyDeleteHiks. Nda tau kenapa malam ini rindu sekalika sama UKMM dan semuanya. Buat Pria Hujan, Andhika Fachrozi, Muh. Iqbal Naspa, Muh. Ridha Anugrah, Sartian, Mutmainnah Adesia, Mariati Atkah, Rahiwati Sanusi, Eka Besse, Norpa T Palayukan, Ancha Arkeologi, Spa lagi yang belum disebut namanya?
ReplyDelete