Hujan mencium pipiku perlahan,
memaknai tetesan air yang mengecup bibirku,
terasa asin,
air mata ternyata sudah merajai lidahku dari semalam

Jari lentikmu menyapaku semalam,
bersama titik hujan bercampur tangis yang terusap.

Gitar itu kini meninggalkan noda air mata
Merindukanmu seperti merindukan masakan ibuku

Dan tentang kau yang masih tak aku tahu dimana,
ini mungkin sesalku yang pertama

Kini kau sudah bersatu dengan kenangan,
menjadikan jejak yang ingin kulangkahkan terantuk batu,
dan lukisan tentang kita kini perlahan berjarak di dinding rumahku

Kau terdampar di ruang kosong bersama kenangan tentang aku,
nanti bila ruang itu kembali kau penuhi dengan hiasan yang lain,
coba kau lihat,
masih adakah sisa coretan yang pernah kita lukis bersama

Ajari aku melukis bentuk hati yang baru,
karena setiap kanvas yang aku lihat,
selalu saja bentuk hati lama yang terbayang
Aku ingin bercerita tentangmu
Mencetak ribuan tulisan tentangmu
Menulis jutaan puisi dan lagu tentangmu
------------------------------------------------

Pada perempuan yang rindu akan tak-hadirku di sampingnya
Pada wanita yang menderaikan airmatanya kala aku bersalah
Pada dara yang menunggu dan memimpikanku disudut kamarnya
Hanya ingin mengucapkan salam tidur untuk lelapmu
------------------------------------------------------------------------------
Jangan lihat aku dengan bibirku
Ia tak pandai meyulam sutera yang sering kau puja
Lidahku telah terlatih untuk duduk diam dan tersenyum
Tatap aku pada laku
Seperti kau menatap Chaplin yang bisu
Dan ribuan bahasa telah aku pelajari dengan tubuhku
I sit to window seeing fox rain
Wonder maybe it would be you in there

Change clear sky with cloudy
I give the bead you give me and cover your pain for awhile
While I'm here wanted to lift your lip's tip up

Back to moment i kissed you,
It flashed through the vein in my head,
Yet, i still feel the flesh of your lips in my brain

Back to the moment you gave me "love" smile
I saw and just pretended it just another "ordinary" smile
But your eyes confirmed it, i smile again, in my imagination
Masjid di seberang sudah mulai berbunyi
Sedang jangkrik sedari tadi sudah tak bersuara
Aku dan sebotol minuman tetap saja bersama melewati malam

Masih disini dan duduk menatap kosong
Sedang tanganku saling berkaitan tak karuan
Aku dan ruang biru ini tetap saja sendiri melewati malam tadi

Menjalarkan darah dari kue yang sempat aku makan tadi siang
kini sudah meraja di ubun-ubun
Menjalarkan ingatan yang sudah mulai terlupakan sejak tadi
kini mulai membasahkan mataku

Masjid diseberang jalan masih saja berbunyi dengan nyaring
Dan aku masih juga memainkan tanganku
Menulis tentang dia dengan kenangan yang masih tertinggal
Dan aku masih saja tak menemukan jalanku

Mencumbu keseluruhan malam hingga matahari sudah mulai tersenyum dibalik jendela
Menikmati setiap tetes keringat yang tadi kau tinggalkan diatas seprei
Menghirup habis aroma yang tak kau sadari kukurung di dalam kamar
Menutup mata dengan sarung basah karena menutupi mataku

Jika, kenangan tentangmu seperti aroma ikan asin yang melekat di hidung
Jika, semua lagu yang senandungkan malam ini masih saja tentangmu
Jika, setiap suara yang menghampiri gendang telingaku serupa suaramu
Maka, Aku akan mencoba tertidur dan bermimpi tentang AKU setahun yang lalu

-4/10/10-

Followers

Total Pageviews