Kita bertemu disatu masa yang aneh
Saat awan membentuk kelinci putih
Langit memerah disatu sudut
Matahari siap bertemu mimpi
Kau berbaring menunggu mendung
Menatap rintik yang siap berlomba sampai dibumi
Kutatap kau dengan senyum yang kusembunyikan dengan scarf biru
Warna kesukaanmu, warna yang mulai kusuka
“aku mencintai hujan, dengan setiap tetes yang tak bisa kupahami”
Aku diam, kutatap matamu, ada biru yang sering kulihat
“aku mencintai hujan, dengan setiap rindu yang tak bisa kupahami”
Lalu senyum, seperti rindu yang semakin meliat
Kulihat kau lagi disatu masa yang aneh
Bersembunyi dibalik senyum yang semakin aneh
Kau tatap aku, tatapan mistis dari mata paling mistis
Lalu aku jatuh cinta pada hujan, kemudian pada matamu
Saat awan membentuk kelinci putih
Langit memerah disatu sudut
Matahari siap bertemu mimpi
Kau berbaring menunggu mendung
Menatap rintik yang siap berlomba sampai dibumi
Kutatap kau dengan senyum yang kusembunyikan dengan scarf biru
Warna kesukaanmu, warna yang mulai kusuka
“aku mencintai hujan, dengan setiap tetes yang tak bisa kupahami”
Aku diam, kutatap matamu, ada biru yang sering kulihat
“aku mencintai hujan, dengan setiap rindu yang tak bisa kupahami”
Lalu senyum, seperti rindu yang semakin meliat
Kulihat kau lagi disatu masa yang aneh
Bersembunyi dibalik senyum yang semakin aneh
Kau tatap aku, tatapan mistis dari mata paling mistis
Lalu aku jatuh cinta pada hujan, kemudian pada matamu




































