Rindu Hujan Kemarin

/
11 Comments



Jagat raya mempermainkanku beberapa hari ini,
Mengirimkan tiga wujud serupa dirimu, tiga nama serupa milikmu
Menemukan wanita serupa dirimu, melihat perempuan serupa wajahmu,
Jagat raya memberiku tanda

Tiga tetes rindu hujan aku titipkan pada matahari,
berharap ia kelak menjadi awan dan beranak pinak,
esok akan kutemukan kembali hujan kemarin,
agar bianglala bersemayam di sudut cakrawala nanti, saat matahari mulai tertidur

Kau liar, aku gila,
mari kita bercinta di bawah pohon tempat kita dulu memadu kasih,
biarkan hujan mengganti peluh kita,
mari kita lupakan tragedi aku dan kau serta mereka yang membenci anak kita

Menunggu pagi,
dengan tatapan sayu dan mata yang sudah tak terkendali,
aku menatap buas pada berkas cahaya hangat yang perlahan menidurkanku di pangkuannya.

Menunggu pagi,
dengan sejuta guguran daun hijau dan senyum sang mentari,
aku ingin terlelap setelah pagi sudah lelah menciumku

Ayah, sesusah inikah saat kau mendekati ibu


You may also like

11 comments:

  1. Endingnya tak terduga... keren! sastra oh sastra... :)

    ReplyDelete
  2. waooww,
    apa semua puisinya hasil karya sendiri?
    keren banged :)

    ReplyDelete
  3. pasti, karena hujan tak pernah habis :)

    ReplyDelete
  4. Saat membaca tulisanmu aku selalu merasa selangkah lebih sekat denganmu :)

    ReplyDelete
  5. Tapi aku tak tahu siapa dirimu, tunjukkan :)

    ReplyDelete
  6. aku sllu mncintai hujan,,
    juga sesiapapun yang mencintai hujan..

    ReplyDelete

Followers

Total Pageviews