https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigMMoPCA-vLxonUlFoqsSD66GeZDktWguY9Q15SucFkuzuX7CNrNdi3UUz8uBbJuAo7VE-lF5LzHopeU0Xv0A0vCRMDxyTrY3n5HpLtsV7m7x3xqXjBAMfClkvawubjYEWp47Bawh0IbQ/s400/nature2.jpg 


Berhenti menumpahkan bualanmu tentang sempurnanya cinta
Kotoranpun bisa kau deskripsikan dengan indah dengan mulut kecilmu
Sudah muak dengan janji yang tak pernah menjamah
Bosan dengan mimpi yang terus menerus tak menyata

Sudahlah, kita diam saja pada kelakuan binatang-binantang jalanan
Kalau perlu, ludahi muka mereka lalu melolong sekeras-kerasnya
Luka masih menganga lebar, tak perlu sedih, karena aku hanya jejak
Luka ini aku ludahi dengan senyum lebar dan tetes air mata

Malam ini aku terisak, esok akan terpingkal-pingkal pada kebodohan
Racuni cinta dengan bumbu nafsu yang katanya kau benci
Sudahlah, usaikan saja janji tentang kita, lalu robek mimpi tentang pelangi
Karena hujanpun menangis malam kemarin, karena lukapun memerah malam kemarin

Usaikan canda tentang malam, siang sudah lelah menunggu senja yang tak pernah tepat janji
Kau dan hujan yang rintih-rintih, sudah merenta di otak kiriku, membusuk dinadi

"Tapi tetap saja, sajak ini tentang dirimu"
http://30.media.tumblr.com/tumblr_lk3b7uS1RY1qag873o1_500.jpg


 Kilau cahaya perlahan meredup di balik tembok putih
Setitik cahaya kerlip perlahan merayap
Dari sudut kota kelam dan cahaya temaram

Perempuan dengan cahayanya sendiri
Mengoyak malam suram dari para penguasa yang lelap
Berjalan di atas trotoar berdebu, kau tak hanya diam

Gerimis mulai mencumbumu di pipi
Kau tatap langit, kau nikmati rayuan hujan dalam gelap
Meninggalkan seutas senyum pada dingin malam

Kau, perempuan dengan ribuan kunang-kunang api
Tertidur di atas jalan lalu ikut lelap
Saat kau terbangun, kota ini sudah tak seperti makam
Tangisan yang pernah kita tebar di atas kasur itu biarlah menjadi kenangan kita berdua,
Biarkan ia menjadi air mata yang berubah mata air bagi jiwa kita yang pernah rapuh satu sama lain,
Bagi cinta yang pernah dan akan kita usahakan untuk tidak terpisahkan.

Tawa yang kita tebar saat ini adalah kenangan yang mengikutkan rasa,
dan akan tetap kuusahakan agar senyuman manis-kecilmu itu tetap ada dihatimu,
aku mencintaimu sayang

I love you more than ever, i never felt this feeling inside me, and it keeps growing and glowing,

***

Mungkin saja kau akan menganggap bahwa semua ini basi atau bualan semata.
Tapi, kau tak pernah tau, dan takkan pernah membayangkan seberapa besar rasaku padamu.

Sungguh,ini bukan mauku.
Ku tau kau marah, sangat marah.
Namun, apa lagi yang dapat diperbuat oleh perempuan ceroboh dan bodoh seperti aku ini?
Aku pun tak akan lagi memaksamu untuk mengerti posisiku sekarang ini.

Semoga saja kau mengingat kalimat bodohku yang terakhir tadi,
karena semua itu akan kulakukan, karena aku, memang bodoh.

I Love You, that's all.

Sebuah pesan yang sempat dan masih tersimpan. di desember hari ke duapuluhtujuh, duaribusepuluh

Bila nanti kau akan mati,
Tengoklah sejenak jejak lama yang kelam,
Diam perlahan ribut dalam kelabu
Mati sudah bukan lagi hal bersyarat

Dengan dusta aku berjalan lelah
Pada genangan yang sudah lalu
Tentang raja yang mempersembahkan Taj
Pada istri yang dirasanya mulia
Meninggalkan dunia dengan ribuan kenangan

Jalan perlahan mengabur di mata tua
Indahnya melayang dari satu titik jingga
Kalau saja kau perempuan dengan sejuta cinta
Aku hanya akan memelukmu, mesra

"Surga mungkin tak seindah yang kukira bila itu tanpamu"
"Ini rindu dengan tiga mata pisau tajam, kau jamah, kau luka, kau diam, kau mati"

"...Dari sudut gelapku, kupersembahkan anagram tak sempurna..."

Tertancap jarum tepat pada jantung
Meregang antara jalan yang tak ku tahu
Aku kaku terkapar menatap angkasa
Entah esok, entah lusa, darahku sudah tak basah

Nenek tua dengan senyum sepat lewat tak menatap
Menjejalkan matanya, haru tanpa tetes
Layaknya pejuang tak bernama pada batu kubur
Entah esok, entah kapan, aku akan matI

Followers

Total Pageviews