Kepada pecinta hujan,

Ada kata yang hanya bisa diam, bersembunyi di balik awan yang kau tatap. Karena jumpa adalah pisah yang selalu kita tunda, mungkin saat kita sudah tak bisa menyeka air mata yang jatuh.

Tak perduli ada pisah, tak perduli ada jumpa. Kita bersama, sambil mengingat eratnya genggaman yang semakin melemah.
Ada cinta, yang kita pahami dengan sedikit keegoisan, dan kau rindu yang tak bisa kupuaskan.

Kau akan kutunggu, di sebuah senja dimana kita pernah duduk dan menikmati sapaan matahari dan hujan gerimis disaat bersamaan, di sebuah pantai yang rindu hadirmu.

“Untuk cinta yang tak pernah habis, karena setiap pelukan tak pernah puas melepas rindu”

Dan rindu yang aku tahan akan berujung di satu titik, dirimu.

Yang tak bi(a)sa melupakanmu
[PH]
Ada cinta yang tak biasa
Tinggal begitu dalam,

Kali ini rindu begitu liarnya
bahkan suara hujan mulai samar

Disini rindu begitu dalam
di dirimu, rindu begitu tak terkendali

Dan dua belas anak panah cinta sudah tertancap dalam
Pada sasaran yang tak berubah

Dua belas tetes hujan mengalir dari matamu
Dua belas rindu yang tak bisa terbendung

Dua belas huruf yang jarang kurangkai di depanku

Aku Cinta Kamu

Mencintaimu, ada kata yang tersembunyi di balik lidahku
kata yang begitu geliat saat kau membekap bibirku
atau kata yang begitu diam ketika kau memelukku

Kata yang begitu beraninya bertingkah malah saat kau tak ada di depanku
kata yang hanya bisa diam dan berbisik saat kau tertidur.

Aku mencintaimu, sayang.

Ada tangis yang tak bisa kuceritakan padamu
tentang kepergianmu yang telah sekian lama

Lihat aku sekarang, bertarung dengan diriku sendiri
Hampir hancur melawan ego yang tak bisa kutahan
Menahan nafsu dunia yang semakin menggila di kepalaku

Malam ini, ingin mengenangmu lagi,
dengan sebuah lagu yang dulu kita nyanyikan bersama dengan tawa
dengan segelas teh dan beberapa penganan khas buatanmu,

Ibu, ingat ketika aku akan kabur dari rumah karena begitu marah padamu?
kau hanya tersenyum dan mengusap kepalaku.

Ingat ketika aku tak ingin mandi karena air di kampung begitu dingin?
kau bangun begitu pagi hanya sekedar menanak air untuk menghangatkanku

Ingat ketika aku sakit dan berpura-pura menahan nafas?
Tangismu diam, seluruh kamar sunyi.

Ibu, bisakah kau datang sekali saja malam ini dalam mimpiku?
karena bayangmu sudah mulai rapuh diingatanku.

Semoga kau dengar doaku.

Cerita berawal dari janji mencicipi secangkir kopi
Disebuah kedai yang tak kau tau pasti

Baru pertama kutatap dirimu
Irama lagu The Beatles menyambutmu

Kau lalu bercerita tentang masa lalu
Tentang nama yang tak bisa diberi restu

Atau mungkin ketika kau begitu semangat membahas symbol dan agama
Atau ketika kau mengotak-atik telpon genggam untuk sebuah nama

Kau tuangkan puluhan cerita gila pada secangkir kopi susu hangat
Ketika egomu begitu kuasa, ketika rasa ingin tahu ingin kau puaskan.

Gadis pecinta malam, teruslah telisik setiap sudut gelap
Hingga cerita kelam, tak lagi datang mengendap

Followers

Total Pageviews