SEDETIK YANG LALU
HATI KITA MASIH MENYATU
RAGAKU MASIH MILIKMU
BEGITUPUN DIRIMU
SEDETIK YANG LALU
MIMPI KITA MASIH SATU
INGIN TETAP MELAYANG JAUH
TERUS MENERUS TANPA LEPAS SAUH

SEDETIK YANG LALU
KU MASIH MENCUMBU
DAN TERUS MENCIUM BIBIRMU
HINGGA MENTARI TAK BERBEKAS
KINI………
SEDETIK ITU TELAH BERLALU
YANG TERTINGGAL HANYA BAYANGMU
YANG TAK MUNGKIN LAGI TERAIH

10pm : Aku sudah menguap lebar

11pm : Aku sudah mulai terlelap

00am : Aku sudah sangat lelap

01am : Kau menelponku dan bertanya

"apakah kamu sudah tidur sayang"
aku jawab
"aku baru mau tidur sayang"
Aku masih mengingat namanya yang tak bisa kusebut itu,
Terngiang dengan jelas tanpa harus kuingat,
Mungkin Dialah alasan langitku menjadi biru,
Bukan mungkin, Tapi memang dia.

Seperti benalu dalam jiwa tapi aku tak terganggu
dia tumbuh dan menyebar tanpa aba-aba
tapi sekali lagi tak menggangu, 
malah aneh kalau suatu saat dia tak ada

Seperti itu yang aku rasakan tentang dia yang tak bisa kusebut namanya.
Aku ingat saat bulan bersinar
Purnama ceria bermandikan bintang
Angin malam meniup helain daun kelapa
Jatuh, terbang entah kemana

Tersenyum menatap lautan biru yang telah menghitam
Tersenyum menanti malam yang kian redup
Menanti pagi yang tak kunjung datang
Menanti, menunggu

Angin malam menelusuk diantara jariku
Dingin, santai melewati telapak tanganku
Aku bertanya pada sang malam
Dimanakah tangan yang biasa menyisip diantara jariku

Jari itulah alasan mengapa langit berwarna biru
Jari-jari itulah yang senantiasa menemaniku
Seperti bulan yang menggantung menemani bintang
Seperti itu, seperti itu,,
Segelas kopi perlahan dihangatkan tetes demi tetes kopi,
Memenuhi bahkan hampir tumpah,
Beberapa lagu yang tak kau suka, kuputar,
Sekedar untuk mengetahui dimana letak ketidak-sukaanmu.

Ah, tentang dirimu lagi.

Bahkan pada segelas kopi,
Beberapa lagu,
Dinginnya malam,
Sanggup menarik ingatanku menujumu.

Semalam kutemui dirimu,
Gelap,
Entah,

Kita begitu dekat dan begitu jauh,
Bahkan sudah tak kuingat aroma tubuhmu,

Ah…
Mungkin aroma malam terlalu membiaskan wangimu.

Disini,segelas kopi sudah setengah,
Cerita tentang manis-pahitnya mungkin sudah mulai tenggelam.

Followers

Total Pageviews