Musik beralun, jari jari bermain-main dengan gitar
Cerita tentang kawan yang sedang patah hati
Disuarakan sedihnya, pada irama yang mengencangkan otot leher

Lukalah, kawan
Luka menguatkanmu
Bila saja kau tak terbunuh olehnya.

Ada puisi yang lahir dari senyum manismu
Besar dan beranak pinak di kepalaku.

Ada pula puisi yang muncul dari jemari lentikmu
Lalu tertoreh di ingatanku, namamu.

Di sini hujan, deras sekali.
Seperti derasnya saat kita diguyur hujan, itu hari.

Di sini, hujan, angin, dan kepala yang keras
Mengingatmu tak hanya sesaat, di kepalaku, deras.

Lalu, masih deraskah hujan di kotamu?
Masih adakah aku di dalam kepalamu?

Aku ingin menulis puisi
Tapi setiap puisiku itu tentangmu

Lalu kita bisa apa?

Begini sajalah kita
Diam dengan ribut-ribut di kepala
Serupa bumi yang diam kala angin sedang  riuh-riuhnya.

Begini sajalah kita
Diam, tak ada suara
Bila temu tak kunjung tiba di depan pintu, kita diam sajalah.

Lebih baik begini saja
Agar tak ada yang terluka lebih dalam
Aku, pun kamu.

Followers

Total Pageviews