Goodbye then?

/
0 Comments

kau menangis terbujur setengah kaku, membisikkan mati ditelingaku


tentang aku dan kamu, serta tentang bayi kita yang belum berumur 2 tahun sayangku, masih ingatkah kau surat yang sudah kau buang dari ingatanmu? masih ada disini, kusimpan baik-baik di hatiku,

maaf bila aku pernah mengataimu bodoh, bahkan egois, dan aku sadar, aku yang egois, aku yang bodoh, dengan sengaja membiarkan anak kita yang masih kecil tak berdaya meninggalkan kita




aku luka, dari ribuan duri yang aku tusukkan ke jantungku

aku memaksamu mengatakan tak suka padaku agar hidupmu dan hidupku menjadi baik-baik saja, kita jalani hidup dengan sendiri-sendiri saja

kau diam, kau marah, sambil menulis pada secarik kertas diantara ribuan pengunjung ruang perpuskaan yang sesak, kau tujukan padaku yang pura-pura tidur.




akan kau temukan hal-hal baru dengan segala keegoisanmu yang liar

aku kaku menatapmu diam, menangis dalam pelukanku diantara ribuan sepi, "tubuhku bukan lagi milikku sayang" katamu

kau pergi, entah marah entah menyesal, aku hanya menatap punggungmu yang diam sambil menghilang dibalik tembok


and it's bye-bye, goodbye, I tried


You may also like

No comments:

Followers

Total Pageviews